Sunday, September 30, 2018

BUMI DATAR

BUMI DATAR

7:74 Dan ingatlah olehmu di waktu Tuhan menjadikan kamu pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah kaum `Aad dan memberikan tempat bagimu di bumi. Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah; maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan.
(Ayat ini menceritakan tentang keadaan kaum AAD saat itu)


18:47 Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) Kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan melihat bumi itu datar dan Kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak Kami tinggalkan seorang pun dari mereka.
(Ayat ini menceritakan tentang Keadaan Bumi pada Hari Akhir / Kiamat)

Monday, September 24, 2018

MEMAKAN DAGING

MEMAKAN DAGING

35:12 Dan tiada sama (antara) dua laut; yang ini tawar, segar, sedap diminum dan yang lain asin lagi pahit. Dan dari masing-masing laut itu kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang dapat kamu memakainya, dan pada masing-masingnya kamu lihat kapal-kapal berlayar membelah laut supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan supaya kamu bersyukur.


49:12 Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.

Friday, September 14, 2018

MEMANDANG BAIK

MEMANDANG BAIK

6:122 Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar daripadanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu Memandang Baik apa yang telah mereka kerjakan.

6:137 Dan demikianlah pemimpin-pemimpin mereka telah menjadikan kebanyakan dari orang-orang yang musyrik itu Memandang Baik membunuh anak-anak mereka untuk membinasakan mereka dan untuk mengaburkan bagi mereka agamanya. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.

8:48 Dan ketika syaitan menjadikan mereka Memandang Baik pekerjaan mereka dan mengatakan: "Tidak ada seorang manusia pun yang dapat menang terhadap kamu pada hari ini, dan sesungguhnya saya ini adalah pelindungmu". Maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat saling lihat melihat (berhadapan), syaitan itu balik ke belakang seraya berkata: "Sesungguhnya saya berlepas diri daripada kamu; sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat; sesungguhnya saya takut kepada Allah". Dan Allah sangat keras siksa-Nya.

9:37 Sesungguhnya mengundur-undurkan bulan haram itu adalah menambah kekafiran, disesatkan orang-orang yang kafir dengan mengundur-undurkan itu, mereka menghalalkannya pada suatu tahun dan mengharamkannya pada tahun yang lain, agar mereka dapat mensesuaikan dengan bilangan yang Allah mengharamkannya maka mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah. (syaitan) menjadikan mereka Memandang Baik perbuatan mereka yang buruk itu. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.

10:12 Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu Memandang Baik apa yang selalu mereka kerjakan.

12:18 Mereka datang membawa baju gamisnya (yang berlumuran) dengan darah palsu. Ya`qub berkata: "Sebenarnya dirimu sendirilah yang Memandang Baik perbuatan (yang buruk) itu; maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Dan Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan."

12:83 Ya`qub berkata: "Hanya dirimu sendirilah yang Memandang Baik perbuatan (yang buruk) itu. Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku; sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana".

13:33 Maka apakah Tuhan yang menjaga setiap diri terhadap apa yang diperbuatnya (sama dengan yang tidak demikian sifatnya)? Mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah. Katakanlah: "Sebutkanlah sifat-sifat mereka itu". Atau apakah kamu hendak memberitakan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya di bumi, atau kamu mengatakan (tentang hal itu) sekedar perkataan pada lahirnya saja. Sebenarnya orang-orang kafir itu dijadikan (oleh syaitan) Memandang Baik tipu daya mereka dan dihalanginya dari jalan (yang benar). Dan barang siapa yang disesatkan Allah, maka baginya tak ada seorang pun yang akan memberi petunjuk.

15:39 Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan menjadikan mereka Memandang Baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,

16:63 Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu, tetapi syaitan menjadikan umat-umat itu Memandang Baik perbuatan mereka (yang buruk), maka syaitan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka adzab yang sangat pedih.

29:38 Dan (juga) kaum Ad dan Tsamud, dan sungguh telah nyata bagi kamu (kehancuran mereka) dari (puing-puing) tempat tinggal mereka. Dan syaitan menjadikan mereka Memandang Baik perbuatan-perbuatan mereka, lalu ia menghalangi mereka dari jalan (Allah), sedangkan mereka adalah orang-orang yang berpandangan tajam.

33:19 Mereka bakhil terhadapmu apabila datang ketakutan (bahaya), kamu lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata yang terbalik-balik seperti orang yang pingsan karena akan mati, dan apabila ketakutan telah hilang, mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam, sedang mereka bakhil untuk berbuat kebaikan. Mereka itu tidak beriman, maka Allah menghapuskan (pahala) amalnya. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

40:37 (yaitu) pintu-pintu langit, supaya aku dapat melihat Tuhan Musa dan sesungguhnya aku memandangnya seorang pendusta". Demikianlah dijadikan Fir'aun Memandang Baik perbuatan yang buruk itu, dan dia dihalangi dari jalan (yang benar); dan tipu daya Fir'aun itu tidak lain hanyalah membawa kerugian.

47:14 Maka apakah orang yang berpegang pada keterangan yang datang dari Tuhannya sama dengan orang yang (syaitan) menjadikan dia Memandang Baik perbuatannya yang buruk itu dan mengikuti hawa nafsunya?


48:12 Tetapi kamu menyangka bahwa Rasul dan orang-orang mukmin tidak sekali-kali akan kembali kepada keluarga mereka selama-lamanya dan syaitan telah menjadikan kamu Memandang Baik dalam hatimu persangkaan itu, dan kamu telah menyangka dengan sangkaan yang buruk dan kamu menjadi kaum yang binasa.

PENIPU

PENIPU

16:92 Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali, kamu menjadikan sumpah (perjanjian) mu sebagai alat Penipu di antaramu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain. Sesungguhnya Allah hanya menguji kamu dengan hal itu. Dan sesungguhnya di hari kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan itu.

16:94 Dan janganlah kamu jadikan sumpah-sumpahmu sebagai alat Penipu di antaramu, yang menyebabkan tergelincir kaki (mu) sesudah kokoh tegaknya, dan kamu rasakan kemelaratan (di dunia) karena kamu menghalangi (manusia) dari jalan Allah: dan bagimu adzab yang besar.

31:33 Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikit pun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) Penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (menaati) Allah.


57:14 Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang mukmin) seraya berkata: "Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu?" Mereka menjawab: "Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah; dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (syaitan) yang amat Penipu.

Saturday, September 8, 2018

ANALOGI AMAL BAGI EMPAT GOLONGAN

ANALOGI AMAL BAGI EMPAT GOLONGAN

Al-quran menggambarkan diterima atau tidaknya amal seorang manusia seperti transaksi  JUAL BELI

     1.     Golongan Muslim/Mukmin/Ikhlas Menerima/Suka Rela/Jujur
9:111 Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.

Contoh Kehidupan: JUAL BELI dengan suka rela
Penjual  :“Permisi pak, saya ingin menjual HP SAMSUNG, jujur pak ini HP asli pabrikan samsung bukan barang palsu atau imitasi yang mudah rusak ..?”

Pembeli :”Oke barang anda bagus, anda JUJUR ini asli...oke saya mau beli.” Pembeli ini tahu sejak dulu kalo orang ini jujur dan lurus dalam berdagang sehingga tawarannya ini langsung cepat diambilnya.

(Barang yang diJual mewakili Amal yang dibeli=Amal yang diterima Allah)
karena barangnya diterima Pembeli, maka amalnya pun diterima Allah

     2.     Golongan Munafik/Fasik/Penipu
2:16 Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.
2:86 Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat, maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong.
2:90 Alangkah buruknya (perbuatan) mereka yang menJual dirinya sendiri dengan kekafiran kepada apa yang telah diturunkan Allah, karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Karena itu mereka mendapat murka sesudah (mendapat) kemurkaan. Dan untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan.
2:174 Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al Kitab dan menJualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak akan menyucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih.
2:175 Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk dan siksa dengan ampunan. Maka alangkah beraninya mereka menentang api neraka!
4:44 Apakah kamu tidak melihat orang-orang yang telah diberi bahagian dari Al Kitab (Taurat)? Mereka membeli (memilih) kesesatan (dengan petunjuk) dan mereka bermaksud supaya kamu tersesat (menyimpang) dari jalan (yang benar).

Contoh Kehidupan: JUAL BELI dengan unsur Penipuan/Penjual yang penipu
Penjual   :“Permisi pak, saya ingin menjual HP SAMSUNG, jujur pak ini HP asli pabrikan samsung bukan barang palsu atau Imitasi yang mudah rusak pak...silahkan di lihat ya pa?” (dalam hati busuknya penjual ini berusaha untuk menipu pembeli, kenyataannya  barang yang mau dijualnya adalah SAMSUNG PALSU)

Pembeli :"Pembeli TIDAK MAU MELIHAT SAMA SEKALI HP yang disodorkannya, dari dulu dia tahu informasi kalo orang ini TIDAK JUJUR dan sering MENIPU  Dan sama sekali TIDAK MAU BICARA dengan penjual PENIPU tersebut. 
   
     Barang yang diJual mewakili Amal yang dibeli=Amal yang diterima Allah)
     Karena barangnya tidak diterima Pembeli, maka amalnya pun tidak diterima Allah
     3.     Golongan Musyrik/Mendua/Tertipu
2:102 Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorang pun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudarat dengan sihirnya kepada seorang pun kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudarat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barang siapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat dan amat jahatlah perbuatan mereka menJual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.
4:44 Apakah kamu tidak melihat orang-orang yang telah diberi bahagian dari Al Kitab (Taurat)? Mereka membeli (memilih) kesesatan (dengan petunjuk) dan mereka bermaksud supaya kamu tersesat (menyimpang) dari jalan (yang benar).

Contoh Kehidupan: JUAL BELI dengan Penjual yang Mendua dan tertipu
SALES          :Niat awal saya Ke Pasar mau menjual HP di Toko Ahmad, Sesampainya Di Toko Ramai dan Penuh.
Tk.AHMAD  :“Silahkan masuk pak, terimakasih atas KEPERCAYAAN anda, jangan RAGU saya akan membeli barang anda, dan yang SABAR yah”
SALES        :(Dalam hati SAYA TIDAK PERCAYA dan jadi RAGU-RAGU karena antriannya penuh, Saya TIDAK SABAR karena saya tidak dilayani-layani & berniat untuk menjualnya ditoko Bang Tohir) “Maaf mas, saya ga jadi mau jual barang  saya disini, saya mau jual barang saya di toko Bang Tohir   !!!” kata saya kesal.
Tk.AHMAD  :”Jangan di jual ditoko bang tohir mas, dia itu seorang penipu, dia sering pakai uang palsu, terus pembayarannya Juga sering kurang bahkan ada yang tidak dibayar sama sekali sehingga banyak Sales yang kecewa karena tertipu, Sepertinya Bapak kamu juga pernah tertipu oleh dia, Dia itu sebenarnya pelayan saya” kata Bang Ahmad Menasehati.
SALES        :“Maaf bang pokoknya saya mau jual barang saya ke Toko Bang Tohir” jawab saya bersikeras.
Tk.AHMAD :"Ya Sudah kalo kamu tidak Percaya..!!"
SESAMPAINYA DI TOKO TOHIR
SALES       :“Permisi pak, saya ingin menjual HP SAMSUNG harga nya Rp.2juta, jujur pak ini HP asli pabrikan samsung bukan barang palsu Imitasi yang mudah rusak pak...?
Tk.TOHIR  :"Silahkan mas, ya berapa harganya saya mau beli..? oke deal saya setuju, ini uanganya ambil silahkan dihitung"
SALES      : Dengan senang hati saya menerima uang hasil penjualan HP, dalam benak saya senang karena akhirnya HP saya laku terjual, kemudian saya pulang ke rumah, sebelum pulang kerumah saya mampir ke toko sepatu ADIDAS untuk membeli sepatu anak saya, diluar dugaan ternyata uang hasil penjualan HP saya ditolak toko sepatu karena UANGNYA PALSU, saya bener-benar KAGET dan merasa TERTIPU OLEH Tk.TOHIR, "Dari pengalaman ini saya akan BELAJAR MENIPU orang lain" Dalam benak sales ini dendam.

AKHIRNYA SI SALES YANG MENDUAKAN INI MENUKAR KEPERCAYAAN YANG DIBERIKAN OLEH TOKO AHMAD DENGAN BELAJAR MENIPU.

(Barang yang diJual mewakili Amal yang dibeli=Amal yang diterima Allah)
karena barangnya tidak diterima Tk.Ahmad, maka amalnya pun tidak diterima Allah
     
     4.     Golongan Kafir/Menolak/ingkar/sombong
30:8 Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka?, Allah tidak menjadikan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya.
32:10 Dan mereka berkata: "Apakah bila kami telah lenyap (hancur) di dalam tanah, kami benar-benar akan berada dalam ciptaan yang baru. Bahkan (sebenarnya) mereka ingkar akan menemui Tuhannya.g
50:24 Allah berfirman: "Lemparkanlah olehmu berdua ke dalam neraka semua orang yang sangat ingkar dan keras kepala,
50:25 yang sangat enggan melakukan kebajikan, melanggar batas lagi ragu-ragu,
50:26 yang menyembah sembahan yang lain beserta Allah, maka lemparkanlah dia ke dalam siksaan yang sangat".

Contoh Kehidupan: JUAL BELI dengan Penjual yang menolak/ingkar/Tidak Percaya
SALES      :“Saya MENOLAK tidak akan menjual HP saya di toko ADI, saya TIDAK PERCAYA sama DIA, saya INGKARI kalo dia telah memberi banyak rejeki kepada saya, saya INGKARI apapun tentang dia..karena saya sombong?”

Tk.HP Adi :Pembeli TIDAK MAU MELIHAT SAMA SEKALI dengan orang ini, dia tahu informasi kalo orang ini MENOLAK, INGKAR dan TIDAK PERCAYA KEPADANYA Dan sama sekali TIDAK MAU BICARA dengan SALES tersebut.

(Barang yang diJual mewakili Amal yang dibeli=Amal yang diterima Allah)
karena barangnya tidak diterima Toko ADI, maka amalnya pun tidak diterima Allah

Sunday, September 2, 2018

AKHLAK

AKHLAK DAN SOPAN SANTUN
TINGKAH LAKU SEORANG RAJA DAN BANGSAWAN
TINGKAH LAKU PENDUDUK SYURGA


(Kata nabi mereka kepada mereka, "Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut bagi kamu sebagai raja." Jawab mereka, "Bagaimana), artinya betapa (ia akan menjadi raja, padahal kami lebih berhak terhadap kerajaan ini daripadanya). Ia bukanlah dari keturunan raja-raja atau bangsawan dan tidak pula dari keturunan nabi-nabi. Bahkan ia hanyalah seorang tukang samak atau gembala, (sedangkan ia pun tidak diberi kekayaan yang mencukupi") yakni yang amat diperlukan untuk membina atau mendirikan sebuah kerajaan. (Kata nabi) kepada mereka, ("Sesungguhnya Allah telah memilihnya sebagai rajamu (dan menambahnya pula keluasan) dan keperkasaan (dalam ilmu dan tubuh"). Memang ketika itu dialah orang Israel yang paling berilmu, paling gagah dan paling berAkhlak. (Dan Allah memberikan kerajaan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya) suatu pemberian yang tidak seorang pun mampu untuk menghalanginya. (Dan Allah Maha Luas) karunia-Nya, (lagi Maha Mengetahui) orang yang lebih patut menerima karunia-Nya itu.
(Al-Baqara - 247)

(Maka Tuhannya menerimanya) menerima Maryam sebagai nazar dari ibunya (dengan penerimaan yang baik dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik pula) Di samping pendidikan Akhlaknya, Allah memperhatikan pula pertumbuhan jasmaninya, hingga dalam sehari besarnya bertambah seakan-akan dalam satu tahun. Ibunya membawanya kepada para pendeta penjaga Baitulmakdis, lalu katanya, "Terimalah oleh tuan-tuan anak yang dinazarkan ini." Berlomba-lombalah mereka untuk menerimanya sebagai anak asuhan, karena ia adalah putri dari imam mereka. Kata Zakaria, "Aku lebih berhak kepadanya, karena bibinya tinggal bersamaku." "Tidak," kata mereka, "sebelum kita mengadakan undian lebih dulu." Mereka yang banyaknya 29 orang itu pergi ke sungai Yordan dan melemparkan qalam atau anak panah mereka masing-masing ke dalamnya. Barang siapa yang qalamnya tidak hanyut dan timbul ke permukaan air, dialah yang lebih berhak menjadi pengasuhnya. Ternyata qalam Zakaria tidak hanyut dan timbul ke permukaan, hingga Maryam pun menjadi anak asuhannya, diambilnya dan dibuatkan untuknya sebuah bilik dalam mesjid dengan mempunyai tangga yang tak boleh dinaiki kecuali olehnya sendiri. Zakaria membawakannya makanan dan minuman serta alat-alat hiasannya, maka di musim dingin dijumpai padanya buah-buahan musim panas, dan di musim panas dijumpainya buah-buahan musim dingin, sebagaimana firman Allah swt. (dan dijadikan-Nya ia di bawah asuhan Zakaria). Menurut satu qiraat memakai tasydid sehingga berbunyi 'wakaffalahaa' sedangkan dinashabkannya 'Zakariya' itu ada yang panjang ada pula yang pendek. Yang mendatangkan buah-buahan tersebut adalah Allah swt. (Setiap Zakaria masuk untuk menemuinya di mihrab) yakni ruangan yang paling mulia di suatu mesjid (didapatinya makanan di sisinya, katanya, "Hai Maryam! Dari mana kamu peroleh makanan ini?" Jawabnya) sedangkan ia masih kecil ("Makanan itu dari Allah) yang didatangkan-Nya bagiku dari surga." (Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang disukai-Nya tanpa batas) yakni rezeki yang berlimpah yang diperoleh tanpa risiko dan jerih payah.
(Al-i'Imran - 37)

(Maka berkat) ma merupakan tambahan (rahmat dari Allah kamu menjadi lemah lembut) hai Muhammad (kepada mereka) sehingga kamu hadapi pelanggaran mereka terhadap perintahmu itu dengan sikap lunak (dan sekiranya kamu bersikap keras) artinya Akhlakmu jelek tidak terpuji (dan berhati kasar) hingga kamu mengambil tindakan keras terhadap mereka (tentulah mereka akan menjauhkan diri dari sekelilingmu, maka maafkanlah mereka) atas kesalahan yang mereka perbuat (dan mintakanlah ampunan bagi mereka) atas kesalahan-kesalahan itu hingga Kuampuni (serta berundinglah dengan mereka) artinya mintalah pendapat atau buah pikiran mereka (mengenai urusan itu) yakni urusan peperangan dan lain-lain demi mengambil hati mereka, dan agar umat meniru sunah dan jejak langkahmu, maka Rasulullah saw. banyak bermusyawarah dengan mereka. (Kemudian apabila kamu telah berketetapan hati) untuk melaksanakan apa yang kamu kehendaki setelah bermusyawarah itu (maka bertawakallah kepada Allah) artinya percayalah kepada-Nya. (Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal) kepada-Nya.
(Al-i'Imran - 159)

(Hai anak Adam! Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian) Kami telah menciptakannya untuk kamu (untuk menutupi) guna menutupi (auratmu dan pakaian perhiasan) pakaian yang digunakan sebagai perhiasan. (Dan pakaian takwa) yakni amal saleh dan Akhlak yang baik; dengan dibaca nashab karena diathafkan kepada lafal libaasan, dan dibaca rafa' sebagai mubtada sedangkan khabarnya ialah jumlah berikut ini (itulah yang lebih baik. Yang demikian itu adalah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah) bukti-bukti yang menunjukkan kekuasaan-Nya (mudah-mudahan mereka selalu ingat) kemudian mau beriman; di dalam jumlah ini terkandung iltifat atau kata sindiran terhadap mukhathab atau orang yang diajak bicara.
(Al-A'raf - 26)

(Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam) seorang penghulu yang menjadi panutan dan di dalam dirinya terkandung semua Akhlak yang baik (lagi patuh) sangat taat (kepada Allah dan hanif) cenderung kepada agama yang lurus. (Dan sekali-kali dia bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.)
(An-Nahl - 120)

(Hai orang-orang yang beriman! Rukuk dan sujudlah kalian) salatlah kalian (dan sembahlah Rabb kalian) tauhidkanlah Dia (dan perbuatlah kebaikan) seperti menghubungkan silaturahim dan melakukan Akhlak-Akhlak yang mulia (supaya kalian mendapat keberuntungan) kalian beruntung karena dapat hidup abadi di surga.
(Al-Hajj - 77)

(Sesungguhnya Kami telah menyucikan mereka dengan menganugerahkan kepada mereka Akhlak yang tinggi) yaitu (selalu mengingatkan manusia kepada negeri akhirat) atau alam akhirat; maksudnya mengingatkan manusia kepada hari akhirat dan menganjurkan mereka untuk beramal baik sebagai bekal untuk menghadapinya. Menurut suatu qiraat dibaca Bikhaalishati Dzikrad Daar yaitu dengan dimudhafkan untuk menunjukkan makna Bayan, atau keterangan.
(Sad - 46)

(Allah telah membuat) bagi orang yang musyrik dan orang yang bertauhid (perumpamaan yaitu seorang laki-laki) lafal Rajulan ini menjadi Badal dari lafal Matsalan (yang menjadi budak milik beberapa orang yang berserikat dalam perselisihan) yaitu mereka terlihat di dalam persengketaan dan Akhlak mereka sangat buruk (dan seorang budak laki-laki yang menjadi milik penuh) milik sepenuhnya (dari seorang laki-laki saja; adakah kedua budak itu sama halnya?) lafal Matsalan berkedudukan menjadi Tamyiz maksudnya, tentu saja tidak sama antara seorang budak yang menjadi milik suatu kelompok dengan seorang budak yang menjadi milik penuh seorang saja. Sesungguhnya, budak yang pertama tadi apabila disuruh oleh masing-masing dari pemilik dirinya secara sekaligus; ia bingung, siapakah yang harus ia layani di antara mereka. Ini adalah perumpamaan orang yang musyrik sedangkan budak yang kedua adalah perumpamaan bagi orang yang bertauhid. (Segala puji bagi Allah) semata (tetapi kebanyakan mereka) penduduk Mekah (tidak mengetahui) azab apakah yang akan menimpa mereka akibat kemusyrikannya, oleh karena itu mereka berbuat kemusyrikan.
(Az-Zumar - 29)

(Maka apakah sekiranya) dapat dibaca `Asaitum atau `Asiitum, di dalam ungkapan ini terkandung ungkapan Iltifat dari Ghaibah kepada Mukhathab; maksudnya barangkali kalian (jika kalian berpaling) memalingkan diri dari iman (kalian akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan) maksudnya, kalian akan kembali kepada Akhlak jahiliyah, yaitu gemar mengadakan kerusakan dan peperangan.
(Muhammad - 22)

(Di dalam surga-surga itu) di kedua surga dan apa-apa yang ada di dalamnya itu (ada bidadari-bidadari yang baik-baik) Akhlaknya (lagi cantik-cantik) rupanya.
(Ar-Rahman - 70)

(Dan janganlah kamu memberi dengan maksud memperoleh balasan yang lebih banyak) lafal Tastaktsiru dibaca Rafa' berkedudukan sebagai Haal atau kata keterangan keadaan. Maksudnya, janganlah kamu memberi sesuatu dengan tujuan untuk memperoleh balasan yang lebih banyak dari apa yang telah kamu berikan. Hal ini khusus berlaku hanya bagi Nabi saw. karena sesungguhnya dia diperintahkan untuk mengerjakan Akhlak-Akhlak yang paling mulia dan pekerti yang paling baik.
(Al-Muddathth - 6)



DAFTAR SURAT AL-QURAN

DAFTAR SURAT AL-QURAN

1. Al-Faatihah
2. Al-Baqarah
3. Ali-Imran
4. An-Nisaa
5. Al-Maa’idah
6. Al-An’aam
7. Al-A’raaf
8. Al-Anfaal
9. At-Taubah
10. Yunus
11. Huud
12. Yusuf
13. Ar-ra’d
14. Ibrahim
15. Al-Hijr
16. An-Nahl
17. Al-Israa’
18. Al-Kahfi
19. Maryam
20. Thaahaa
21. Al-Anbiyaa’
22. Al-Hajj
23. Al-Mukminuun
24. An-Nur
25. Al-Furqaan
26. Asy-Syu’araa’
27. An-Naml
28. Al-Qashash
29. Al-‘Ankabuut
30. Ar-Ruum
31. Lukman
32. As-Sajdah
33. Al-Ahzab
34. Saba’
35. Faathir
36. Yaasiin
37. Ash-Shaaffaat
38. Shaad
39. Az-Zumar
40. Al-Mukmin
41. Fushshilat
42. Asy-Syuura
43. Az-Zukhruf
44. Ad-Dukhaan
45. Al-Jaatsiyah
46. Al-Ahqaaf
47. Muhammad
48. Al-Fath
49. Al-Hujuraat
50. Qaaf
51. Adz-Dzaariyaat
52. Ath-Thuur
53. An-Najm
54. Al-Qamar
55. Ar-Rahmaan
56. Al-Waaqi’ah
57. Al-Hadiid
58. Al-Mujaadilah
59. Al-Hasyr
60. Al-Mumtahanah
61. Ash-Shaff
62. Al-Jumu’ah
63. Al-Munaafiquun
64. At-Taghaabuun
65. Ath-Thalaaq
66. At-Tahrim
67. Al-Mulk
68. Al-Qalam
69. Al-Haqqah
70. Al-Ma’aaru
71. Nuh
72. Al-Jin
73. Al-Muzzammil
74. Al-Muddatsir
75. Al-Qiyaamah
76. Al-Insaan
77. Al-Mursalaat
78. An-Naba’
79. An-Naazi’aat
80. ‘Abasa
81. At-Takwir
82. Al-Infithaar
83. Al-Mutaffifiin
84. Al-Insyiqaaq
85. Al-Buruuj
86. At-Thaariq
87. Al-A’laa
88. Al-Ghaasyiyah
89. Al-Fajr
90. Al-Balad
91. Asy-Syams
92. Al-Lail
93. Adh-Dhuhaa
94. Alam-Nasyrah
95. At-Tiin
96. Al-’Alaq
97. Al-Qadr
98. Al-Bayyin
99. Az-Zalzalah
100. Al-Aadiyaat
101. Al-Qaari’ah
102. At-Takaatsur
103. Al-’Ashr
104. Al-Humazah
105. Al-Fiil
106. Qurasy
107. Al-Maa’uun
108. Al-Kautsar
109. Al-Kaafiruun
110. An-Nashr
111. Al-Lahab
112. Al-Ikhlash
113. Al-Falaq
114. An-Naas


MENDENGAR DAN TIDAK

MENDENGAR DAN TIDAK 2:93 Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkat bukit (Thursina) di atasmu ...