Saturday, September 10, 2011

SBY PILIH KASIH , TOLONG KAMI YANG DI AMBON

Suara SBY Lantang Untuk Kristen Solo, Tapi Sumbang Untuk Muslim Ambon

Peledakan Bom yang terjadi di Gereja Bethel Injil Solo membuat pihak pemerintah panik. Baru beberapa jam ledakan terjadi, SBY langsung menggelar konferensi pers. Secara lantang, SBY menginstrusikan polisi membongkar jaringan terorisme ini.
"Saya instruksikan agar investigasi lanjutan dilakukan secara intensif untuk mengetahui dan membongkar habis rangkaian jaringan pelaku teror di Cirebon dan Solo," katanya dalam konferensi pers, Minggu (25/9).
Tapi hal berbeda justru terjadi pada kasus Ambon. Tidak sebersit pun membuat SBY siaga menyiapkan aparatnya untuk mengusut tuntas kasus tersebut. SBY pun tidak terlihat lantang berbicara untuk meminta polisi dan Densus mengungkap habis jaringan Kristen yang membantai umat muslim, �Padahal jumlah korban (umat muslim di Ambon, red) lebih banyak,� kata Direktur Lembaga Pengkajian Syariat Islam, Fauzan Al Anshari kepada Eramuslim.com, senin pagi, (26/9)
Ketimpangan inilah yang menjadi bukti bahwa SBY tidak adil dalam menyikapi dua kasus dari dua agama berbeda ini. Dalam kasus Solo, belum saja pengusutan tuntas dilaksakanakan, Dewan Pembina Partai Demokrat itu langsung menunjung hidung kejadian Solo terkait dengan jaringan Cirebon yang notabene banyak umat Islam menjadi tertuduh.
�Investigasi sementara yang dilakukan, pelaku pembom bunuh diri ini adalah anggota dari jaringan teroris Cirebon dan kelompok itu melakukan aksi terorisme di Cirebon,� katanya di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Minggu (25/9) sore.
Hal ini lagi-lagi berbeda dengan yang dialami warga muslim Ambon. Sampai sekarang umat muslim masih tinggal di barak pengungsian. Rumah mereka hangus dibakar. Lima orang Nashrani yang membunuh lima orang muslim pun belum tertangkap. �Bayangkan kasus Ambon saja belum ditemukan siapa pembunuh Darmin (Tukang Ojek Muslim, red). Tapi untuk Bom Solo, sudah dikaitkan ke jaringan Cirebon,� tukas Fauzan Al Anshari.
Menurut Fauzan, SBY diuntungkan dalam kasus Solo. Masyarakat tidak akan banyak mendapatkan informasi mengenai kasus Korupsi yang menimpa partainya. "Karena pasti media akan mengalihkan berita ke Solo," ujarnya.
Sebaliknya, umat Muslim lagi-lagi bagai petikan lama yang kembali tersudutkan. Terorisme bagai paku mati yang hanya bisa menancap di tubuh umat muslim, tapi tidak untuk kaum Kristiani. Tutur Fauzan, hal inlilah yang membuat umat takut untuk berIslam secara kaffah. �Saya sudah dapat laporan di beberapa mesjid banyak jama�ah khawatir, mereka takut menyuarakan tentang Syariat.� ujarnya prihatin. (pz)

Lihat ARUS MUDIK dan BALIK Lebaran

Informasi lebih lengkap


http://www.rttmc-hubdat.web.id


Streaming Kamera CCTV dari lokasi lokasi pengamatan



http://rttmc-hubdat.web.id/rttmc2009/kamera/kamera-peta.php

Bukti Ilmiah Mukjizat Rosulullah Membelah Bulan.....Ditemukan


Berbagai macam mukjizat telah diberikan Allah SWT kepada kekasihNya Rasullah Muhammad SAW, untuk memberi kebenaran atas Kerasulan yang disandangnya. Salah satu mukjizat dari Rasulullah Muhammad SAW, ialah “Membelah Bulan”.

Sebagaimana hadits riwayat Abdullah bin Mas`ud Radhiyallahu’anhu berikut ini, ia berkata :
“Bulan terbelah menjadi dua pada masa Rasulullah SAW lalu Rasulullah SAW bersabda : Saksikanlah oleh kalian.” (Shahih Muslim No. 5010)

Hadist riwayat Anas RA, dia berkata :
“Penduduk Makkah meminta kepada Rasulullah SAW untuk diperlihatkan kepada mereka satu mukjizat (tanda kenabian), maka Rasulullah SAW memperlihatkan kepada mereka mukjizat terbelahnya bulan sebanyak dua kali.” (ShahihMuslim No. 5013)

Dalam temu wicara di televisi bersama pakar Geologi Muslim, Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar, salah seorang warga Inggris mengajukan pertanyaan kepadanya, apakah ayat dari surat Al-Qamar memiliki kandungan mukjizat secara ilmiah?

Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawabnya sebagai berikut :
“Tentang ayat ini, saya akan menceritakan sebuah kisah. Sejak beberapa waktu lalu, saya mempresentasikan di Univ. Cardif, Inggris bagian barat, dan para peserta yang hadir bermacam-macam, ada yangmuslim dan ada juga yang bukan muslim. Salah satu tema diskusi waktu itu adalah seputar mukjizat ilmiah dari Al-Qur’an.”

Salah seorang pemuda yang beragama muslim pun berdiri dan bertanya : “Wahai Tuan, apakah menurut anda ayat yang berbunyi “Telah dekat hari kiamat dan bulan pun telah terbelah” mengandung mukjizat secara ilmiah?”

Maka professor pun menjawabnya :
“Tidak, sebab kehebatan ilmiah dapat diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sedangkan mukjizat tidak bisa diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sebab ia tidak bisa menjangkaunya.

Dan tentang terbelahnya bulan, maka itu adalah mukjizat yang terjadi pada Rasul terakhir Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam sebagai pembenaran atas kenabian dan kerasulannya, sebagaimana nabi-nabi sebelumnya.

Dan mukjizat yang kelihatan, maka itu disaksikan dan dibenarkan oleh setiap orang yang melihatnya. Andai hal itu tidak termaktub di dalam kitab Allah dan hadits-hadits Rasulullah SAW, maka tentulah kami para muslimin di zaman ini tidak akan mengimani hal itu.

Akan tetapi, hal itu memang benar termaktub di dalam Al-Qur’an dan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wassalam. Dan memang Allah ta’alaa benar-benar Maha berkuasa atas segala sesuatu”.

Maka, Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar pun mengutip sebuah kisah Rasulullah membelah bulan. Kisah itu adalah sebelum hijrah dari Makkah Mukarramah ke Madinah. Orang-orang musyrik berkata, “WahaiMuhammad, kalau engkau benar Nabi dan Rasul, coba tunjukkan kepada kami satu kehebatan yang bisa membuktikan kenabian dan kerasulanmu (mengejek dan mengolok-olok)?”

Rasulullah bertanya, “Apa yang kalian inginkan ? Mereka menjawab: Coba belah bulan”. Maka, Rasulullah pun berdiri dan terdiam, lalu berdoa kepada Allah agar menolongnya. Lalu, Allah memberitahu Muhammad agar mengarahkan telunjuknya ke bulan. Maka, Rasulullah pun mengarahkan telunjuknya ke bulan dan terbelahlah bulan itu dengan sebenar-benarnya. Maka, serta-merta orang-orang musyrik pun berujar, “Muhammad, engkau benar-benar telah menyihir kami!”

Akan tetapi, para ahli mengatakan bahwa sihir memang benar bisa saja “menyihir” orang yang ada disampingnya, akan tetapi tidak bisa menyihir orang yang tidak ada di tempat itu. Maka, mereka pun menunggu orang-orang yang akan pulang dari perjalanan. Lalu, orang-orang Quraisy pun bergegas menuju keluar batas kota Makkah menanti orang yang baru pulang dari perjalanan.

Dan ketika datang rombongan yang pertama kali dari perjalanan menuju Makkah, orang-orang musyrik pun bertanya, “Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?” Mereka menjawab, “Ya, benar. Pada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua dan saling menjauh masing-masingnya kemudian bersatu kembali…”.

Akhirnya, sebagian mereka pun beriman sedangkan sebagian lainnya lagi tetap kafir (ingkar). Oleh karena itu, Allah menurunkan ayat-Nya: Sungguh, telah dekat hari qiamat dan telah terbelah bulan. Ketika melihat tanda-tanda kebesaran Kami, merekapun ingkar lagi berpaling seraya berkata, “Ini adalah sihir yang terus-menerus”, dan mereka mendustakannya, bahkan mengikuti hawa nafsu mereka. Dan setiap urusan benar-benar telah tetap …. (sampai akhir surat Al-Qamar). Ini adalah kisah nyata, demikian kata Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar

Dan setelah selesai Prof. Dr. Zaghlul menyampaikan hadits nabi tersebut, berdirilah seorang muslim warga Inggris dan memperkenalkan diri seraya berkata : “Aku Daud Musa Pitkhok, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris. Wahai tuan, bolehkah aku menambahkan?”

Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawab : “Dipersilahkan dengan senang hati.”

Daud Musa Pitkhok berkata :
“Aku pernah meneliti agama-agama (sebelum menjadi muslim), maka salah seorang mahasiswa muslim menunjukiku sebuah terjemahan makna-makna Al-Qur’an yang mulia. Maka, aku pun berterima kasih kepadanya, dan aku pun membawa terjemahan itu pulang ke rumah. Dan ketika aku membuka-buka terjemahan Al-Qur’an itu di rumah, maka surat yang pertama aku buka ternyata Al-Qamar. Dan aku pun membacanya :

“Telah dekat datangnya saat itu dan Telah terbelah bulan [1434]. Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: “(Ini adalah) sihir yang terus menerus”. Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya[1435].” (QS. Al-Qamar : 1-3)

[1434] Yang dimaksud dengan saat di sini ialah terjadinya hari kiamat atau saat kehancuran kaum musyrikin, dan “terbelahnya bulan”, ialah suatu mukjizat nabiMuhammad SAW.

[1435] Maksudnya, bahwa segala urusan itu pasti berjalan sampai waktu yang Telah ditetapkan terjadinya, seperti: urusan Rasulullah dalam meninggikan kalimat Allah pasti sampai pada akhirnya yaitu kemenangan di dunia dan kebahagiaan di akhirat. sedang urusan orang yang mendustakannya pasti sampai pula pada akhirnya, yaitu kekalahan di dunia dan siksaan di akhirat.

Maka aku pun bergumam : “Apakah kalimat ini masuk akal?? Apakah mungkin bulan bisa terbelah kemudian bersatu kembali?? Andai benar, kekuatan macam apa yang bisa melakukan hal itu???”

Maka, aku pun menghentikan dari membaca ayat-ayat selanjutnya, dan aku menyibukkan diri dengan urusan kehidupan sehari-hari. Akan tetapi Allah-lah Yang Maha Tahu tentang tingkat keikhlasan hamba-Nya dalam pencarian kebenaran.

Maka aku pun suatu hari duduk di depan televisi Inggris. Saat itu ada sebuah diskusi hangat antara presenter seorang Inggris dan 3 orang pakar ruang angkasa Amerika Serikat. Ketiga pakar antariksa tersebut pun menceritakan tentang dana yang begitu besar dalam rangka melakukan perjalanan ke antariksa.

Daripada itu, diantara diskusi hangat tersebut adalah tentang turunnya astronot menjejakkan kakiknya di bulan, dimana perjalanan antariksa ke bulan tersebut telah menghabiskan dana tidak kurang dari 100 juta dollar.

Mendengar hal itu, presenter terperangah kaget dan berkata : “Kebodohan macam apalagi ini, dana begitu besar dibuang oleh AS hanya untuk bisa mendarat di bulan?”

Mereka pun menjawab : “Tidak! Tujuannya tidak semata menancapkan ilmu pengetahuan AS di bulan, akan tetapi kami mempelajari kandungan yang ada di dalam bulan itu sendiri, maka kami pun telah mendapat hakikat tentang bulan itu, yang jika kita berikan dana lebih dari 100 juta dollar untuk kesenangan manusia, maka kami tidak akan memberikan dana itu kepada siapapun.”

Mendengar paparan itu, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris mengatakan :
“Maka aku pun turun dari kursi dan berkata, “Mukjizat (kehebatan) benar-benar telah terjadi pada diri Muhammad sallallahu alaihi wassallam 1400-an tahun yang lalu. Allah benar-benar telah mengolok-olok AS untuk mengeluarkan dana yang begitu besar, 100 juta dollar lebih, hanya untuk menetapkan akan kebenaran muslimin! Subhanallah.”

Agama Islam ini tidak mungkin salah (aku pun bergumam) : “Maka, aku pun membuka kembali Mushhaf Al-Qur’an dan aku baca surat Al-Qamar sambil mencucurkan air mata, saat itulah awal aku menerima dan masuk Islam, saat terindah dalam hidupku sekaligus saat paling penting"

Tautan Video tentang Prof. Dr. Zaghlul Al Najjar :








Maha Benar Allah Atas Segala Firmannya. Subhanallah.....Allaahu Akbar. Laa Khaula Wa Laa Quwwata Illa Billaah.

Kami segenap kru Admin situslakalaka bersaksi bahwa tidak ada Ilah Yang berhak disembah selain Allah, Dan Kami Juga Bersaksi bahwa Muhammad saw putra Abdullah adalah Utusan Allah.

Bolehkah qunut pada sholat jumat

 بسم الله الرحمن الرحيم

BOLEHKAH QUNUT DALAM SHALAT JUMAT ?
Jawaban :
Lebih baik untuk meninggalkan jika mengkhususkan doa qunut pada sholat jum'at, begitu Syeikh Ibnu Al-Utsaimin ketika di tanya tentang hukum qunut pada sholat jum'at. bahkan sebagian ulama mengatakan bahwa qunut yang di lakukan hanya pada sholat jum'at adalah bid'ah, karena itu tidak pernah di praktekkan oleh Nabi dan para sahabatnya.

Adapun qunut nazilah, maka boleh di lakukan pada sholat jum'at, akan tetapi harus di lakukan juga pada sholat-sholat yang lain. di riwayatkan dari Anas -radhiallahu 'anhu- bahwa Nabi -sholallahu 'alaihi wasallam- pernah melaksanakan qunut nazilah selama 1 bulan berturut-turut.

أن النَّبِيّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَنَتَ شَهْرًا بَعْدَ الرُّكُوعِ يَدْعُو عَلَى أَحْيَاءٍ مِنْ بَنِي سُلَيْمٍ

Artinya : "Bahwa Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- pernah melakukan qunut selama satu bulan (di lakukan) setelah rukuk, mendoakan orang-orang dari bani Salim." (HR Bukhori dan Muslim)

Imam Asy-Syafi'i berkata : di riwayatkan dari Nabi -sholallahu 'alaihi wasallam- jumlah sholat jum'at, akan tetapi saya tidak mengetahui riwayat bahwa beliau qunut pada sholat tersebut, kecuali beliau juga telah qunut pada sholat-sholat yang lainnya seperti ketika beliau qunut untuk para sahabat yang gugur pada peristiwa "bi'r Maunah." dan tidaklah ada qunut pada sholat kecuali sholat subuh, kecuali ada peristiwa (nazilah) maka qunut di lakukan pada semua sholat jika imam menghendakinya.

wabillahi at-taufiq

Usamah Berani Deklarasikan Perang Melawan AS

Wawancara Suara Islam dengan Ustadz Abu Bakar Ba'asyir

Berbagai reaksi muncul atas terbunuhnya pemimpin Al-Qaida Osama bin Laden. Pro dan Kontra silih berganti menghiasi media cetak maupun elektronik. Namun suara-suara sumbang masih tetap saja mendominasi media-media sekuler tersebut. Sementara itu, pada pihak lain umat Islam tetap menegaskan tekad perjuangan mereka meski bin Laden sudah syahid.

Di Jalur Gaza misalnya, di hadapan para wartawan di Gaza City, Ismail Haniya, pemimpin Hamas mengutuk pembunuhan Osama: "Kami melihat ini sebagai kelanjutan kebijakan politik Amerika yang berdasarkan penekanan dan pertumpahan darah warga muslim serta Arab. Kami mengutuk pembunuhan terhadap seorang mujahid."

Selain itu diberbagai forum internet berbahasa Arab mereka menyatakan tetap menargetkan sasaran terutama terhadap Amerika Serikat dan Presiden Barack Obama. "Allah mengutukmu, Obama" demikian bunyi reaksi pertama dari kelompok-kelompok Islam. Di sebuah situs internet lainnya tertulis bahwa Osama mungkin saja sudah terbunuh, tetapi seruannya untuk berjihad tidak akan pernah padam. Lalu bagaimana pendapat dan pandangan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir ulama sekaligus Amir Jama’ah Ansharut Tauhid mengenai terbunuhnya Osama bin Laden? Berikut ini wawancara eksklusif Suara Islam dengan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir di balik hotel prodeo Jum’at (13/5/2011).

Suara Islam: Pendapat Ustadz tentang Osama?

Ustadz Abu Bakar Ba’asyi
r: Osama bin Laden itu kalau saya menilai seorang mujahid yang sangat besar jasanya. Dia memutuskan pengorbanannya diawali dari dirinya sendiri dengan  tenaganya, pikirannya, hartanya. Meskipun Osama seorang hartawan, tapi sanggup hidup sangat sederhana di Afghanistan, jadi membuktikan bahwa Osama itu seorang mujahid besar.

Suara Islam: Selain di bunuh kabarnya jasad Osama dirusak, bagaimana menurut Ustadz?

Ustadz Abu Bakar Ba’asyir:
Kalau sekarang dia sudah dipanggil oleh Allah SWT, Insya Allah dia itu syahid. Dan syahidnya itu sangat mulia, apalagi kalau benar berita tentang wajahnya hancur, itu kehormatan yang sangat besar dari Allah. karena orang kalau mati syahid itu, kalau badannya dirusak oleh orang kafir, itu mendapat kelebihan dihadapan Allah. osama itu wajahnya hancur, apalagi sampai jasadnya dibuang ke laut, itu semua kehormatan dari Allah.

Suara Islam: Ada seruan untuk Obama?

Ustadz Abu Bakar Ba’asyir:
Sebaliknya presidennya AS, Obama, supaya dia segera bertaubat masuk Islam, kalau tidak, kalau dia mati nanti, masuk neraka dia nanti. tapi kalau dia mau taubat, Insya Allah diberi kehormatan oleh Allah. Apalagi kalau mau jadi mujahid, jadi akan ada dua mujahid yang satu kena oleh pelurunya mujahid yang lain. itu obama.

Suara Islam: Mengapa AS begitu memusuhi Osama?

Ustadz Abu Bakar Ba’asyir:
Karena Osama dengan jama’ah nya (al-qaedah) berani mendeklarasikan dan melakukan perang dengan amerika. Jadi Osama dan jama’ahnya itu satu-satunya yang berani mengumumkan perang terhadap AS dan sekutu-sekutunya.

Suara Islam: Apakah perjuangan umat Islam melawan Amerika akan berakhir?

Ustadz Abu Bakar Ba’asyir:
Saya rasa tidak.

Suara Islam: Obama mengatakan bahwa dia tidak memusihi Islam, bagaimana pendapat Ustadz?

Ustadz Abu Bakar Ba’asyir:
Jika Barrack Obama mengatakan AS tidak memusuhi Islam, itu bohong besar. Pasalnya justru AS pemerintahan George W Bush telah mengumandangkan perang melawan terorime adalah perang salib.

Suara Islam: Apakah ini perlawanan terhadap Islam?

Ustadz Abu Bakar Ba’asyir:
Iya, ini adalah perang salib melawan Islam

Suara Islam: Apakah ini pertarungan yang seimbang?

Ustadz Abu Bakar Ba’asyir:
Tentu tidak seimbang sekarang AS lebih kuat, akan tetapi dalam Islam di contohkan dalam perang badar dimana pasukan kecil kaum Muslim yang berjumlah 313 orang bertempur menghadapi pasukan Quraisy dari Mekkah yang berjumlah 1.000 orang. Setelah bertempur habis-habisan sekitar dua jam, pasukan Muslim menghancurkan barisan pertahanan pasukan Quraisy, yang kemudian mundur dalam kekacauan. Artinya walaupun umat Islam sedikit dan musuh dengan persenjataan canggih namun Islam tetap menang. Karena ada Nasrullah dan kaum Muslim istiqomah kepada Allah sedangkan kafir istiqomah kepada senjata-senjata canggih.

Suara Islam: Bagaimana seharusnya umat Islam menghadapi pertarungan ini?

Ustadz Abu Bakar Ba’asyir:
Bersiap, mengatur strategi dan bisa mengukur diri.

Suara Islam: Bagaimana Ustadz melihat orang-orang yang merayakan terbunuhnya Osama?

Ustadz Abu Bakar Ba’asyir:
Kalau yang merayakan orang kafir itu kan biasa, tp jika yang merayakan itu orang yang beragama Islam itu bisa masuk dalam kategori kafir. Karena perang dalam Islam jika orang Islam menguntungkan apalagi membantu memenangkan orang kafir itu sama dengan kafir. Jadi para ulama harus hati-hati dalam menilai terbunuhnya Osama.

Suara Islam: Mengapa pemerintah Indonesia menjadikan Ustadz sebagai Icon terorisme di Indonesia layaknya Osama?

Ustadz Abu Bakar Ba’asyir:
Coba anda lihat pernyataan Koordinator Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF) Mustofa B. Nahrawardaya dalam situs online hidayatullah.com. Dalam situs tersebut, saya dijadikan ikon teroris Indonesia seperti halnya Osama di Amerika. Namun sayangnya pemerintah sulit mencari bukti kasus-kasus yang dikaitkan terhadap saya. Kemudian pengawalan ekstra ketat dengan mengerahkan ribuan aparat serta menggunakan kendaraan baracuda yang berlebihan. Ini semua dalam upaya membangun opini saya layaknya Osama yang harus diwaspadai. Dan Tak menutup kemungkinan upaya penyelesaian kasus saya dilakukan menjelang 2014, karena dengan demikian, akan tercapai kesan bahwa pemerintah sukses mengakhiri masa jabatan dengan baik.

Suara Islam: Mengapa mereka memusuhi Ustadz?

Ustadz Abu Bakar Ba’asyir:
Karena saya melakukan Dakwah Tauhid yang tidak hanya membahas ahlaq antar individu akan tetapi mengaitkan dakwah Tauhid dengan sistem negara. Inilah yang ditakutkan oleh pemerintah. Yang paling penting dalam konteks Indonesia bukan mengganti rezim akan tetapi mengganti seluruh sistem thogut dengan sistem Islam. Bahkan kalau SBY berani mengganti sistem thogut dengan Islam kita dukung.

Suara Islam: Dalam konteks Indonesia jihad seperti apa yang seharusnya dilakukan?

Ustadz Abu Bakar Ba’asyir:
Sesuai kemampuan Jihad sesuai dengan kemampuan, baik dengan pemikiran (dakwah Tauhid yang sesuai Al-qur’an dan Hadits), harta maupun tangan (senjata).

Suara Islam: Bagaimana umat Islam Indonesia pasca syahidnya Osama?

Ustadz Abu Bakar Ba’asyir:
Meskipun Osama itu mujahid dan besar jasanya, tapi Islam tidak bergantung kepada orang. Jadi wafatnya osama ini, insya Allah disatu pihak ada manfaatnya. tidak harus rugi. jadi kita tidak usah kecil hati dengan kehilangan Osama, meskipun kita boleh susah. kita yakin islam itu pasti menang.

(Jaka Setiawan)

Allahu Akbar!! 80 Ribu Warga Amerika Masuk Islam Setiap Tahun


NEWYORK (voa-islam.com): DR Fadel Sulaiman Direktur Jenderal Yayasan Penjembatan Bagi Pengenalan Islam di Amerika Serikat menegaskan bahwa setiap tahunnya 80 ribu orang di Amerika memeluk Islam.

Pernyataan ini muncul dalam wawancara televisi di Saluran Budaya Nil, Fadel mengatakan: "Angka-angka ini didokumentasikan di pusat-pusat Islam di Amerika dan masjid-masjid Amerika,sebagaimana juga didokumentasikan oleh pusat-pusat studi resmi Amerika namun tidak diekspos, Sulaiman berkata: Tidak berjalan satu minggu saja melainkan ada beberapa orang Amerika yang memeluk Islam.

Dia menambahkan: Ada sambutan yang belum pernah terbayangkan sebelumnya untuk Islam di Amerika.

Mantan Ketua DPR Amerika beberapa hari yang lalu telah memperingatkan adanya serangan budaya Islam yang luas terhadap budaya dan peradaban Amerika.

Permusuhan yang meningkat:

Fenomena ini muncul di tengah meningkatnya permusuhan terhadap Islam dari beberapa kelompok masyarakat Amerika yang dipengaruhi oleh ide-ide ekstrim kanan.

Permusuhan ini telah berkembang setelah pengumuman pembangunan pusat Islam di lokasi serangan 11 September dan persetujuan Presiden Amerika atas keputusan ini.

Kebanyakan kaum Muslimin di Amerika menampakkan ketakutan akan adanya penyerangan terhadap mereka saat peringatan serangan 11 September tahun ini karena bertepatan dengan hari raya Idul Fitri.
Disalin dari (ar/islammemo) oleh guru TIK

Wednesday, September 7, 2011

Penjelasan Mengenai Larangan Melakukan Perjalanan Jauh Untuk Ngalap Berkah dan Ziarah dari Kitab Aunul Ma'bud

Sebagaimana diketahui bahwa Rasulullah telah bersabda :
((لا تُشد الرحال إلا إلى ثلاثة مساجد)) رواه البخاري ومسلم، وفي رواية عند مسلم ((لا تشدوا))
Artinya:” tidaklah  suatu perjalanan (rihal) diadakan, kecuali ke salah satu dari tiga masjid” diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, dan Pada Riwayat lain “Janganlah kalian mempersiapkan perjalanan (bersafar)”

Namun pemahaman hadits ini dipertentangkan oleh para Ulama. Kita memang harus memaklumi bahwa setiap ulama yang telah memenuhi syarat untuk Melakukan hal tersebut berhak untuk berfatwa dalam hal ini.
Sebelumnya saya tegaskan bahwa larangan ini berlaku untuk orang yang safar semata-mata dengan tujuan untuk Tabarruk dan atau ziarah, Adapun misalnya orang yang ingin menziarahi kubur nabi shallalahu alaiwi Wasallam, maka Pensyarah Sunan Abu Dawud memberi jalan keluar pada akhir tulisannya tentang syarah hadits ini dengan mengatakan:
“Ketahuilah bahwasanya ziarah kekubur nabi Shallallahu alaiwi Wasallam termasuk ketaatan yang paling mulia dan kesunnahan yang paling utama, Namun hendaknya seorang yang ingin bersafar untuk berniat menziarahi Masjid Nabawi baru kemudian mengunjungi Kubur Nabi shallallahu Alaihi Wasallam dan bershalawat kepadanya.
Ya Allah berilah kami anugrah untuk menziarahi masjid nabawi dan Kubur nabi Shallahu Alaihi Wasallam. Amin”

Anehnya, Ibnu Taimiyah kerap dipersalahkan sebagai Orang yang menyendiri dalam memahami hadits ini dan dianggap menyimpang bahkan dipenjarakan karena mentafsirkan hadits ini sesuai dengan hasil Ijtihadnya.
Tulisan ini  merupakan Salinan pendapat ulama yang mentafsirkan hadits ini tanpa sedikitpun menyebut nama Ibnu Taimiyah namun pendapatnya sama dengan beliau. Hal ini sengaja saya lakukan agar kaum Muslimin mengetahui bahwa keharaman melakukan Safar  untuk berziarah telah diharamkan oleh banyak Ulama selain Ibnu Taimiyah.

Kali ini saya akan menyalin syarah hadits ini dari Syarah Abu Dawud oleh Al Allamah Muhammad Syaroful haq Al Adzim Abadi.[1]

Al Khottobi berkata :
Hadits ini berlaku jika seorang menadzarkan untuk melakukan Sholat di mesjid tertentu, kalau ia ingin menunaikan Nadzar tersebut maka hendaklah ia menunaikannya, kalau tidak maka ia boleh sholat dimasjid lain. Berbeda dengan nadzar untuk Sholat disalah satu dari 3 masjid tersebut, penunaian Nadzar tersebut adalah kewajiban sesuai dengan yang ia Nadzarkan. Masjid-masjid tersebut dikhususkan karena merupakan msjid para nabi-sholawat dan Salam atas mereka- dan kita diperintahkan untuk mengikuti mereka.
Sebagian ahli ilmu berkata:
Tidak sah I’tikaf selain disalah satu dari tiga masjid tersebut. Itulah ta’wil hadits tersebut menurut mereka .
Al Qostholani Berkata:
“Bepergian ke selain tiga masjid diperselisihkan, Seperti ziarah ke tempat orang-orang Sholih, baik yang masih hidup maupun yang sudah mati (kuburnya), tempat yang utama ngalap berkah disitu. Abu Muhammad al Juwaini berkata: “Diharamkan berdasarkan Dzohir Hadits.” Pendapat ini Disetujui oleh Qadhi Husein, Qadhi Iyadh dan Sejumlah Ulama. Namun menurut Imam Haramain dan Sebagian Ulama dari kalangan Syafiiyah, hal itu diperbolehkan. Sementara yang lain mengatakan bahwa larangan itu hanya khusus bagi yang bertujuan I’tikaf, seperti dipaparkan oleh Khotthobi. Tetapi saya (Al Qostholani,red) memandang pendapat ini tidak berlandaskan Dalil”.
Al Imam Malik meriwayatkan di dalam Muwattho dari Murtsid bin Abdullah bin Al Had dari Muhammad bin Ibrahim dari Al Harits At Taimi dari Abi Salamah bin Abdurrahman dari Abu Hurairah dia berkata: Aku menjumpai Bashrah bin Abi Bashrah Al Ghifari,
lalu dia dia berkata        : Dari mana engkau?
Maka aku menjawab    : “dari Bukit Thur”
Dia berkata                  : “ kalau saja aku menjumpaimu sebelum berangkat, niscaya engkau   tidak akan pergi, karena aku pernah mendengar Rasulullah bersabda:” Tidak boleh bepergian kecuali ke tiga masjid.
Syaikh Agung Abdul Aziz  Ad Dahlawi menjelaskan hadits ini dalam komentarnya terhadap Sohih Bukhari: “yang dikecualikan (Mustasna minhu) yang dibuang pada hadits ini bisa sesuatu yang dekat maupun jauh. Seandainya yang dikecualikan adalah sesuatu yang dekat maka maksud haditsnya adalah: “Tidak boleh bersafar kemasjid-masjid selain tiga masjid”. Oleh karena itu hukum safar ke selain masjid didiamkan.
Seandainya yang dikecualikan adalah sesuatu yang jauh maka maksud haditsnya adalah:”Tidak boleh bersafar keman saja untuk Taqarraub kecuali menuju tiga masjid”. Berdasarkan maksud hadits ini maka safar keselain tiga masjid yang diagungkan tersebut terlarang sesuai dengan dzohir konteks hadits. Hal ini juga dikuatkan dengan riwayat  abu Hurairah dari basrah Al Ghifari ketika ia kembali dari bukit Thur. Selengkapnya Riwayat ini terdapat dalam Muwattho.
Inilah pendapat yang kuat berdasarkan petunjuk dari hadits Bashrah tersebut.
Syaikh Waliyullah Ad Dahlawi dalam Hujjatullah Al Balighah menjelaskan sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam- tidak diadakan perjalanan jauh (safar) keculai menuju 3 masjid, masjidil haram, masjidil Aqsha, dan masjidku ini-:
“Dahulu orang-orang Jahiliyah pergi ketempat-tempat tertentu yang diagungkan dengan persangkaan mereka sebagai ziarah dan tabarruk namun perbuatan tersebut mengandung penyimpangan dan kerusakan yang tidak samar, maka Nabi Shallalahu Alaihi Wasallam menganggapnya rusak agar syiar-syiar yang tidak syar’I tidak bercampur dengan yang syar’i dan agar tidak menjadi peluang untuk penyembahan selain Allah.Yang benar menurut pendapat saya adalah bahwa kuburan, tempat ibadah para wali Allah, dan bukit Thur, semua itu sama  terlarangnya.
DARI ELHIJRAH.BLOGER

MENDENGAR DAN TIDAK

MENDENGAR DAN TIDAK 2:93 Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkat bukit (Thursina) di atasmu ...